Rabu, 26 Oktober 2016

Chelsea tumbang di kandang west ham 2-1

Hasil Pertandingan West Ham vs Chelsea: Skor 2-1

27Hasil Pertandingan West Ham vs Chelsea: Skor 2-1
West Ham secara mengejutkan sukses mengandaskan Chelsea 2-1 dalam laga babak 16 besar EFL Cup yang digelar di Olympic Stadium London, Kamis (27/10) dini hari WIB.

Dua gol The Hammers masing-masing tercipta di awal babak pertama dan babak kedua. Cheikhou Kouyate membuka kemenangan lewat golnya di menit 11. Pemain muda Edimilson Fernandes menggenapi menjadi 2-0 berkat gol di menit 48. Gary Cahill sempat menipiskan jarak lewat golnya di masa injury.

Bertindak sebagai tuan rumah, West Ham langsung menekan sejak menit pertama. Sementara Chelsea sempat memiliki peluang lewat N'Golo Kante.

Memasuki menit 10, crossing terukur Mark Noble dari sisi kiri sukses disundul Kouyate dan tak mampu dijangkau Asmir Begovic. West Ham pun unggul 1-0.

Gol ini menambah kepercayaan diri pasukan Slaven Bilic. Sayang beberapa peluang yang didapat masih belum mampu dimaksimalkan menjadi gol kedua. Skor 1-0 pun bertahan hingga turun minum.

Hanya dua menit usai kembali dari kamar ganti, The Hammers sukses menggandakan keunggulan lewat aksi cemerlang Fernandes. Usai melakukan cut inside dari sisi kanan, pemain asal Swiss ini melepas tembakan ke pojok kanan gawang Begovic.

Antonio Conte mulai was-was karena timnya ketinggalan dua gol. Ia pun memasukkan Diego Costa untuk menggantikan Michy Batshuayi di menit 54. Sementara Eden Hazard masuk di menit 63 berganti tempat dengan Nathaniel Chalobah sebelum empat menit kemudian disusul Pedro Rodriguez yang menggantikan Ola Aina.

Chelsea berkali-kali memiliki peluang untuk memperkecil kedudukan, sayang peluang matang dari Costa dan Hazard masih belum mampu menjebol gawang Randolph.

The Blues akhirnya mendapat gol di masa injury. Memanfaatkan sebuah skema set piece, Cahill sukses memanfaatkan bola kemelut menjadi gol.

Tak lama setelahnya peluit panjang berbunyi. Skor 2-1 pun menjadi hasil akhir laga ini sekaligus membuat West Ham berhak melaju ke babak delapan besar.

Susunan Pemain
West Ham: Randolph; Kouyate, Reid, Ogbonna; Fernandes (Feghouli 68'), Noble (c), Obiang, Cresswell; Antonio (Zaza 82'), Payet, Lanzini (Ayew 78').

Chelsea: Begovic; Luiz, Terry (c), Cahill; Aina (Pedro 67'), Kante, Chalobah (Hazard 62'), Azpilicueta; Willian, Batshuayi (Costa 55;), Oscar. (bola/pra)

The New star in Eurpoe

Weekly wonderkid: Gianluigi Donnarumma

"He is a jewel," AC Milan coach Sinisa Mihajlović said of goalkeeper Gianluigi Donnarumma, with the 16-year-old eager to follow in the footsteps of the original 'Super Gigi'.
by Paolo Menicucci
from M

UEFA.com's weekly wonderkid: Gianluigi Donnarumma
Gianluigi Donnarumma made his senior Milan debut in October 
Name: Gianluigi Donnarumma
Club: Milan
Debut: 25 October 2015 v Sassuolo
Position: goalkeeper
Nationality: Italian
Date of birth: 25 February 1999
Height: 197cm
They say ...
"I don't look at age, I look at whether someone is good or not when I decide who is playing. He is a jewel for Milan and the future of Italian football."
Milan coach Sinisa Mihajlović
"He is a polite, serious lad, but he has no fear. He has always been a huge Milan fan. He dreams of being Milan goalkeeper for the next 15 years. This dream is very likely to come true."
Milan youth coach Christian Brocchi
"A youth system produces one goalkeeper in a million like Donnarumma."
Former Milan defender Filippo Galli, head of the Rossoneri's youth system
Background ...
Donnarumma was born in Castellammare di Stabia, a town near Naples now known as the "goalkeepers' factory" since it spawned former Napoli shot-stopper Gennaro Iezzo, Bologna's Antonio Mirante and Donnarumma's older brother Antonio, custodian at Genoa. Playing for Club Napoli Castellammare, the younger Donnarumma was quickly noticed by all the top clubs in Italy. Milan – the team he has always supported and where his brother once played – won the race to sign him and gave him his first professional contract in March 2015.
Playing style ...
Tall and strong but also very agile, Donnarumma has impressed for the authority with which he directs his defensive line. Donnarumma was considered very good with his feet during his period in the Milan youth system, although his ball control has not been perfect in his first Serie A outings. This, however, should improve with experience.

Gianluigi Buffon first shone at 17
Shades of ...
Buffon made a memorable debut for Parma aged 17 in a game against Milan – Donnarumma was 16 years and eight months old when he was given his Serie A bow, becoming the league's second youngest  goalkeeper of all time after Gianluca Pacchiarotti in 1980. Donnarumma's debut was not as auspicious as Buffon's – he conceded a saveable free-kick – but Milan vice-president Adriano Galliani captured the mood when he said. "He reminds me of a young Buffon."
Eureka moment ...
Donnarumma saved three penalties – including one from Real Madrid's Toni Kroos – in pre-season friendlies, but Milan's decision to keep him in the squad instead of sending him on loan to get regular football caused some surprise. However, he quickly proved that he did not need a move away to play. Milan won their first three games with Donnarumma in goal, but arguably his best performance was in the 0-0 draw against Atalanta that ended that run. "Donnarumma worked miracles," wrote Gazzetta dello Sport.

Milan's Diego López
Best case scenario ...
A UEFA Champions League winner with Real Madrid in 2014, Diego López has pledged to reclaim the Milan No1 jersey. The Spaniard, who started the first eight league games of the season, noted Donnarumma's talent earlier this term when saying: "He is incredible. He is extremely young but seems ten years older than his actual age. He can make history at Milan." Italy have high hopes for him too; Donnarumma recently earned his first Under-21 call-up.
He says ...
"I have been given a lot of responsibility, but I can deal with that. I try to transmit a sense of calm to the team while continuing to play my game. Buffon is my idol. My dream is to become a regular in the senior national team and follow in his footsteps. Anyone would love to have a career like his."

Hasil Pertandingan Manchester United vs Manchester City: Skor 1-0Hasil Pertandingan Manchester United vs Manchester City: Skor 1-0


Manchester United menang atas Manchester City dalam pertemuan di EFL Cup di Old Trafford, Kamis (27/10). Meskipun hanya menang tipis 1-0 lewat gol Juan Mata, tapi momentum ini penting untuk kubu Jose Mourinho.

Di derby Manchester sebelumnya, MU kalah dari City dengan skor 1-2. Dan kemenangan ini menjadi aksi balas dendam United atas kekalahan sebelumnya tersebut.

Selain balas dendam, ini adalah momentum kebangkitan setelah sebelumnya MU baru saja menelan kekalahan dari Chelsea 4-0. Sementara bagi City, kekalahan ini sekaligus memperburuk laju mereka: enam pertandingan tak pernah menang.

Adapun jalannya pertandingan antara dua kubu kali ini, MU hampir dibuat terkejut dengan gol cepat Iheanacho. Baru menginjak menit ketiga, Iheanacho melakukan sundulan dalam kotak penalti setelah menerima umpan dari Navas.

Tapi ancaman itu tak membuat MU gentar. MU bahkan hampir menjebol gawang City lebih dulu setelah terjadi kerja sama apik antara Shaw, Rashford, Pogba. Sayangnya, tembakan yang dilakukan Ibrahimovic masih melambung di atas mistar gawang.

Di akhir babak pertama, giliran City yang mengancam. Setelah terjadi kerja sama antara Nolito dan Iheanacho, tapi tembakan yang dilakukan Nolito masih bisa diblok Herrera.

Usai istirahat babak pertama, MU langsung memberikan ancaman pada rivalnya. Pogba hampir saja membuat timnya unggul namun tembakan yang dilakukan dari luar kotak penalti masih mampu ditepis Caballero dan membentur tiang gawang.

Pada menit 54, tuan rumah akhirnya membuka kebuntuan. Setelah Ibrahimovic memberikan umpan, Herrera dan Fernando saling berebut bola dan sama-sama jatuh, Juan Mata datang untuk melanjutkan bola ke dalam gawang City. Skor pun berubah menjadi 1-0.

Unggul satu gol, tampaknya membuat pasukan Setan Merah semakin percaya diri. Rashford lagi-lagi melakukan aksi memukau di sisi kiri lalu memberikan bola pada Ibrahimovic. Sayangnya, pemain bernomor punggung sembilan tersebut gagal menyambutnya dengan baik.

Memasuki 15 menit terakhir, MU tampak ingin mempertahankan kemenangan ini. Sementara City terus berupaya membongkar pertahanan lawan. Aguero masuk pada menit 71 dan MU menarik Mata, menggantinya dengan Morgan Schneiderlin pada menit 73.

Permainan bertahan membuat City gagal melakukan tembakan tepat ke arah gawang MU hingga pertandingan usai. Dan skor 1-0 bertahan hingga akhir.

Susunan Pemain

Manchester United (4-2-3-1): De Gea; Valencia, Rojo, Blind, Shaw; Carrick, Herrera; Mata (Morgan Schneiderlin 73), Pogba, Rashford (Jesse Lingard 82); Ibrahimovic.

Manchester City (4-3-3): Caballero; Pablo Maffeo, Otamendi, Kompany (Aleksandar Kolarov 46), Clichy; Aleix Garcia, Fernando, Sane (Raheem Sterling 63); Navas, Iheanacho, Nolito (Sergio Aguero 71).